Mandiri Tanpa Hibah, PMI Kota Metro Beli 3 Kendaraan Rp 2,5 Miliar, Wali Kota: Ini Contoh Organisasi Hebat

Kota Metro202 Dilihat

viralnews7.com

 

Kota Metro, vn7c — Kemandirian Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso. Tanpa mengandalkan dana hibah pemerintah, PMI mampu membeli tiga unit kendaraan operasional baru senilai Rp 2,5 miliar.

Apresiasi itu disampaikan Bambang saat melantik Pengurus PMI Kota Metro periode 2026-2031 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari PMI ke-81 di Aula Pemerintah Kota Metro, Rabu, 14/10/2026.

“PMI mandiri, tidak lagi menerima bantuan atau hibah dari pemerintah. Ini menjadi contoh organisasi sosial yang hebat,” tegas Bambang.

Menurut Bambang, tiga kendaraan tersebut terdiri dari mobil unit donor darah dan kendaraan operasional penunjang pelayanan kemanusiaan. Capaian ini dinilai luar biasa, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dilakukan pemerintah daerah.

“Bagaimana tidak hebat, tanpa dana hibah dari pemerintah, PMI saat ini sudah bisa membeli tiga unit baru, dengan total nilai Rp 2,5 miliar. Ini bukti nyata organisasi sosial dapat terus bergerak melayani masyarakat tanpa ketergantungan,” ujarnya.

Tak hanya pengadaan kendaraan, kemandirian PMI juga terlihat dari penyelenggaraan pelantikan dan peringatan Hari PMI ke-81 yang sepenuhnya menggunakan anggaran mandiri organisasi, sebagaimana laporan ketua pelaksana kegiatan.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga memberikan pekerjaan rumah bagi pengurus baru. Ia mendorong PMI Kota Metro untuk memperluas jangkauan layanan kemanusiaan hingga ke 22 kelurahan se-Kota Metro.

Bambang menekankan, peran PMI ke depan tidak boleh hanya terbatas pada penanganan bencana dan tanggap darurat, tetapi harus diperluas pada penguatan pelayanan kesehatan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Untuk mewujudkan itu, ia meminta PMI aktif membangun kolaborasi lintas sektor.

“Saya berharap PMI Metro bisa menjangkau seluruh kelurahan, bekerja sama dengan berbagai organisasi dan lembaga lain untuk melayani masyarakat,” kata Bambang.

Kerja sama yang didorong meliputi organisasi profesi kesehatan seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta kemitraan dengan perbankan dan dunia usaha di Kota Metro.

Ia berharap kepengurusan baru periode 2026-2031 mampu memperkuat kolaborasi dan melahirkan program-program inovatif yang menjawab kebutuhan riil masyarakat, mulai dari pelayanan donor darah, bakti sosial kesehatan, hingga kesiapsiagaan bencana. (***)

Komentar